{"id":3313,"date":"2024-09-05T13:55:26","date_gmt":"2024-09-05T06:55:26","guid":{"rendered":"http:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/?p=3313"},"modified":"2024-09-05T13:55:26","modified_gmt":"2024-09-05T06:55:26","slug":"hasilin-dan-andi-firmansyah-pejuang-lingkungan-berhak-bebas-berdasarkan-uu-pplh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/2024\/09\/05\/hasilin-dan-andi-firmansyah-pejuang-lingkungan-berhak-bebas-berdasarkan-uu-pplh\/","title":{"rendered":"Hasilin dan Andi Firmansyah Pejuang Lingkungan, Berhak Bebas Berdasarkan UU PPLH"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>Andoolo, 03 September 2024.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Sidang lanjutan kasus kriminalisasi dua Warga Torobulu, Hasilin dan Andi Firmansyah bergulir kembali dengan Agenda Sidang Pembelaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(pledoi) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">oleh Penasehat Hukum. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Terdakwah dengan tuntutan 8 bulan penjara dengan menggunakan Pasal 162 Undang-undang Minerba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam nota pembelaan yang dibacakan oleh Penasehat Hukum kedua Terdakwa yang tergabung dalam Koalisi Bantuan Hukum Rakyat Tim Advokasi Rakyat Torobulu. Terdapat empat kriteria yang penting untuk untuk disorot berdasarkan laporan pidana yang dilakukan oleh PT. Wijaya Inti Nusantara (PT. WIN). Bahwa laporan tersebut masuk dalam kriteria <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Strategic Lawsuit Against Public Participation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (SLAPP).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adanya keluhan pengaduan, tuntutan dan masyarakat atas dampak kerusakan yang terjadi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dilakukan terhadap masyarakat secara kolektif, individual dan organisasi non Pemerintah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya Komunikasi atau Pejabat yang berwenang. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dilakukan terhadap isu yang menyangkut kepentingan umum atau perhatian Publik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika melihat fakta persidangan, keterangan Saksi fakta maupun Ahli yang dihadirkan JPU maupun Penasehat Hukum Terdakwa serta keterangan kedua Terdakwa. Bahwa keempat unsur yang diuraikan di atas terpenuhi kedua Terdakwa merupakan pejuang lingkungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus dilindungi. Hal ini sejalan dengan ketentuan Pasal 28 H ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan bahwa\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSetiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu dalam ketentuan Pasal 66 UUPPLH menyebutkan bahwa\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSetiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, di tingkatan internasional, perihal partisipasi atau hak prosedural diatur dan diakui dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Aarhus Convention <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Konvensi Aarhus) di Uni Eropa pada tahun 1998. Konvensi ini menegaskan kewajiban negara memenuhi tiga hak dasar, yakni, setiap orang untuk menerima informasi lingkungan yang dipegang oleh otoritas public <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(access to environmental information). <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan lingkungan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">public participation in environmental decision-making<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan hak untuk meninjau ulang keputusan publik yang dibuat tanpa menghormati kedua hak yang disebutkan sebelumnya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">access to justice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kesimpulan yang dituangkan dalam nota pembelaan, yakni:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"7\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyatakan Terdakwa Andi Firmansyah Bin Marhaban Dg. Pasele Alias Bapaknya Zahra tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pidana sebagaimana didakwakan Penuntut Umum;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"7\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membebaskan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">vrijspraak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) atau setidak \u2013 tidaknya melepaskan Terdakwa tersebut oleh karena itu dari segala tuntutan hukum (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ontslag van alle rechtsvervolging<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">);<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"7\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memulihkan hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"7\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membebankan seluruh biaya perkara kepada Negara.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di luar\u00a0 ruang persidangan, puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Lingkungan dan Hak Asasi Manusia (APEL-HAM) melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Andoolo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam orasi, salah satu orator meluapkan amarah dan bentuk kekecewaan terhadap tuntutan JPU terhadap kedua Terdakwa yang sedang memperjuangkan lingkungan hidup dari kerusakan lingkungan akibat tambang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami berharap kepada Majelis Hakim untuk menerima nota pembelaan yang diajukan oleh Penasehat Hukum dan membebaskan Hasilin dan Andi Firmansyah dari segala tuntutan. Bebaskan Warga Torobulu!\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Tegas Rasman selaku orator.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tambahan informasi, bahwa agenda sidang pembacaan replik oleh JPU akan dilaksanakan pada tanggal 10 September 2024.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Narahubung: <\/span><b>+62 812-4116-3839 <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">(Penasehat Hukum)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Andoolo, 03 September 2024. Sidang lanjutan kasus kriminalisasi dua Warga Torobulu, Hasilin dan Andi Firmansyah bergulir kembali dengan Agenda Sidang Pembelaan (pledoi) oleh Penasehat Hukum. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Terdakwah dengan tuntutan 8 bulan penjara dengan menggunakan Pasal 162 Undang-undang Minerba.\u00a0 Dalam nota pembelaan yang dibacakan oleh Penasehat Hukum kedua Terdakwa yang tergabung &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3305,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3313"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3313"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3314,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3313\/revisions\/3314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3305"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}