{"id":3311,"date":"2024-08-31T16:39:57","date_gmt":"2024-08-31T09:39:57","guid":{"rendered":"http:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/?p=3311"},"modified":"2024-08-31T16:39:57","modified_gmt":"2024-08-31T09:39:57","slug":"pelaku-pemerkosa-perempuan-disabilitas-dituntut-10-tahun-penjara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/2024\/08\/31\/pelaku-pemerkosa-perempuan-disabilitas-dituntut-10-tahun-penjara\/","title":{"rendered":"Pelaku Pemerkosa Perempuan Disabilitas dituntut 10 Tahun Penjara"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG-20231227-WA001311.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-3159 aligncenter\" src=\"http:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG-20231227-WA001311-300x197.jpg\" alt=\"\" width=\"798\" height=\"524\" srcset=\"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG-20231227-WA001311-300x197.jpg 300w, https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG-20231227-WA001311-1024x671.jpg 1024w, https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG-20231227-WA001311-768x503.jpg 768w, https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG-20231227-WA001311-1536x1007.jpg 1536w, https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG-20231227-WA001311-2048x1343.jpg 2048w, https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG-20231227-WA001311-1200x787.jpg 1200w, https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG-20231227-WA001311-1980x1298.jpg 1980w\" sizes=\"(max-width: 798px) 100vw, 798px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Makassar, 26 Agustus 2024.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kembali digelar sidang pembacaan tuntutan kasus pemerkosaan terhadap Perempuan disabilitas di Pengadilan Negeri Malili, Luwu Timur (26\/8).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), menyatakan Nurkholis alias Kholis, secara sah dan meyakinkan, melanggar pasal 6 huruf c <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">junto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pasal 15 ayat (1) huruf h Undang-undang No. 12 Tahun 2020 tentang TPKS, dengan tuntutan 10 tahun kurungan penjara dan denda sebesar lima puluh juta rupiah atau subsider enam bulan kurungan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, N selaku wali korban mengatakan pihaknya menginginkan para pelaku dapat dihukum seberat-berat sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terhadap keponakannya. Mengingat, peristiwa yang dialami menyebabkan traumatik bagi korban yang berdampak pada keberlanjutan hidup dan masa depannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti di awal, kami benar-benar menginginkan semua pelaku yang terlibat dapat diproses secara hukum. Dua orang lainnya yang saat itu bersama dengan Tersangka seharusnya ikut diproses, juga pihak hotel yang sejak awal ikut diperiksa tapi tidak ada tindak lanjutnya. Seolah-olah tidak ada urusannya dengan orang hotel, padahal disitu kejadiannya,\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jelas N.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">N juga meminta Kapolda Sulawesi Selatan untuk melakukan pemeriksaan secara serius terhadap Penyidik Polres Luwu Timur yang diduga kuat melakukan pelanggaran etik sejak awal pemeriksaan kasus ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penasihat Hukum korban, LBH Makassar menjelaskan bahwa, jika didasarkan pada rangkaian kekerasan fisik dan seksual yang dialami korban, sebagaimana dijelaskan dalam hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">visum et repertum, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">semestinya JPU memberikan tuntutan maksimal terhadap pelaku, yakni 16 tahun kurungan penjara. Sesuai ancaman pidana maksimal pada pasal 6 huruf c <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">junto <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pasal 15 huruf h sebagaimana yang digunakan oleh JPU. Selain itu, terdapat riwayat upaya intimidasi pihak pelaku terhadap keluarga korban untuk mencabut laporan. Hal ini perlu dipertimbangkan juga bahwa sejak awal, pelaku tidak memiliki itikad baik atas perbuatan yang dilakukan terhadap korban.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPerbuatan yang dilakukan pelaku terhadap korban sudah cukup jelas. Hal ini berangkat dari kesesuaian antara bukti visum dengan keterangan korban dan saksi lainnya. Penerapan pasal maksimal terhadap pelaku akan menjadi representasi keberpihakan peradilan pada korban. Vonis oleh majelis hakim nantinya akan menjadi preseden baik penanganan kasus kekerasan seksual dan implementasi UU TPKS di Luwu Timur, Jadi, harapannya kami pada sidang tuntutan nanti, Majelis Hakim dapat memberikan vonis yang maksimal,\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ungkap Mirayati Amin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><b>***<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Narahubung: 0853-4258-9061 (Mirayati Amin)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makassar, 26 Agustus 2024. Kembali digelar sidang pembacaan tuntutan kasus pemerkosaan terhadap Perempuan disabilitas di Pengadilan Negeri Malili, Luwu Timur (26\/8). Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), menyatakan Nurkholis alias Kholis, secara sah dan meyakinkan, melanggar pasal 6 huruf c junto Pasal 15 ayat (1) huruf h Undang-undang No. 12 Tahun 2020 tentang TPKS, dengan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3311"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3311"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3311\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3312,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3311\/revisions\/3312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lbhmakassar.org\/infokasus\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}